Pengertian dan Karakteristik Startegi Pembelajaran Induktif


https://jagad.id/wp-content/uploads/2019/06/Macam-Macam-Contoh-Metode-Strategi-Pembelajaran.jpg

Strategi pembelajaran adalah salah satu faktor penunjang dalam keberhasilan seorang guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dikemas dalam rancangan pembelajaran. Oleh karena itu strategi sendiri diartikan sebagai sekumpulan rencana dalam mencapai sesuatu tujan, yang disesuaikan dalam beberapa tingkatan yang mencakup sebagian dalam sifat, ruang lingkup dan urutan kegiatan. Hal ini berkaitan dengan strategi pembelajaran secara induktif, induktif ini juga suatu cara berifikir seseorang melakukan pengkajian terhadap peristiwa, objek atau materi yang akan disusun secara sistematis atas pengalaman-pengalaman. Startegi ini dapat diawali dengan seorang guru yang memberikan contoh kepada siswa dan merujuk siswa untuk dapat mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan membuat kesimpulan terhadap suatu materi dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. (Haidir & Salim, 2012 : 118)
Pembelajaran ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembelejaran induktif merupakan suatu kegiatan pembelajaran di kelas atau diluar kelas, yang menjadikan seorang guru sebagai fasilitator peserta didik. Selain itu strategi pembelajaran induktif ini memuat tentang pengolahan suatu pesan ynag disampai kan atau yang sudah ada yang sering disebut data atau materi, yang dimulai dari hal khusus menuju umum. Hal tersebut menjadi salah satu faktor peserta didik menemukan suatu kesimpulan dari materi yang disampaikan. Selain itu hal ini berorientasi kepada pemahaman peserta didik yang mendorong kepada pengembangan intelektual. ( Djumingin, 2016 : 98)
Adapun dalam startegi pembelajaran induktif ini memiliki karakteristik diantaranya, yaitu ;
1.      Peserta didik berperan aktif  dan kritis
2.      Perkembangan berpikir ditinjau dari materi yang spesifik menjadi materi generalisasi
3.      Peserta didik memiliki kesempatan dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilannya
4.      Adanya motivasi dari dalam atau unsur interistik peserta didik untuk menemukan dan memberikan gagasannya
5.      Banyaknya pengalaman yang didapat peserta didik dalam menemukan jawaban atau memecahkan suatu masalah
6.      Peserta didik mampu melakukan penalaran dengan baik
7.      Menjadikan tenaga pengajar atau guru sebagai pengatur suasana pembelajaran
8.      Pengelompokan pembelajaran yang bersifat klasikal, individual, dan kooperatif
9.      Pembelajaran yang bersifat kooperatif ini dikemas oleh suasna pembelajaran yang bersifat demokrasi, hal ini dimana dapat menjadikan peserta didik memahami dan mengamalkan dalam kehidupannya.


Dr. Hj. Sulastriningsih Djumingin, M. H. (2016). Strategi dan Aplikasi Model Pembelajaran inovatif Bahasa dan Sastra. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Haidir, & Salim. (2012). Strategi Pembelajaran : Suatu Pendekatan Bagaimana Meningkatkan Kegiatan Belajar Siswa Secara Transformatif. Medan: Perdana Publishing.


Komentar